Bendung Bener
Bendung Bener : “Tolong Kami!”(Tulisan Anjas Setyaningrum Citizen Journalism)
Perjalanan menuju kawasan Bendung Bener, Kabupaten Purworejo Jawa Tengah memakan waktu sekitar 2 jam menggunakan transportasi darat. Penulis melakukan perjalanan pada Jumat (05/8) dari Jogjakarta, melewati perbukitan Menoreh yang lumayan indah walaupun sudah tidak se alami dahulu.
Pertambangan galian C yang muncul memberi warna tersendiri di perjalanan menuju bendungan yang tengah ramai menjadi pembicaraan.
Setelah melewati alun-alun Purworejo yang lumayan besar dan menyempatkan diri mampir di Masjid Darul Mutaqien yang memiliki bedug terbesar se dunia, penulis langsung menuju lokasi bendung Bener.
Sesampai di tempat, ternyata sedang ada unjuk rasa yang mewarnai suasana sekitar lokasi bendungan. Berdasarkan data yang penulis himpun di lapangan muncul fakta-fakta yang dikeluhkan masyarakat, antara lain :
1. Kerusakan lahan diluar penlok (penetapan lokasi) area Bendung Bener oleh pelaksana proyek yang sudah berlangsung 2 tahun lebih tanpa adanya kejelasan
2. Terdapat 4 (empat) bidang tanah yang rusak total akibat pengerjaan proyek
Delapan bidang tanah masih sebagian
4. Warga kesulitan air bersih karena pekerjaan proyek berdampak menutup dan mematikan sumber air yang selama ini digunakan warga
5. Pasokan air bersih yang dijanjikan oleh pelaksana ternyata tidak konsisten baik itu volume nya maupun kualitasnya
6. Penyelesaian masalah tanah yang masih berperkara di pengadilan yang jumlahnya 176 bidang masih belum jelas padahal yang lain sudah terbayar dengan harga yang layak
7. Kecemburuan sosial akibat nilai uang ganti rugi (UGR) yang diterima warga desa Wadas (area tambang) lebih besar yang notabene adalah penolak pembangunan bendung Bener dibandingkan dengan warga di daerah tapak bendung yang meliputi 7 desa di 2 kecamatan
8. Perlakuan yang seakan meng-anaktirikan warga yang dari awal mendukung pembangunan bendung bener dan meng anak emaskan penolak bendung bener
9. Pihak pelaksana tidak memasang pathok trase atau batas antara lahan yang digunakan untuk bendungan dan yang tidak
Data dari bebagai sumber di lapangan. Penulis berada di lokasi sekitar 3 jam dan melanjutkan perjalanan keliling lokasi bendungan. Semoga pembangunannya membawa dampak positif bagi seluruh warga Purworejo.
Terima Kasih telah membaca journal saya, jangan lupa untuk ikuti Blog saya dan sosial media saya supaya tidak tertinggal info,berita, dan apapun yang TOPNEWS.
Penulis
Anjas Setyaningrum



ditunggu lanjutannya bang...semangat
BalasHapus